Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan

Ilmu Tauhid



Definisi ilmu tauhid sangat beragam, dan tidak ada kesepakatan di antara para ahli dalam hal ini. Akan tetapi definisinya secara sederhana, ilmu tauhid adalah pengetahuan yang membahas tentang ke-esa-an Tuhan dan sifat-sifat-Nya.

Ruang lingkup pembahasan dalam ilmu tauhid, adalah:
1.    Hal-hal yang berkaitan dengan Allah SWT (mabda), di antaranya masalah takdir.
2.    Hal-hal yang berkaitan dengan utusan Allah sebagai penghubung antara manusia dengan Allah, ialah Malaikat, Nabi/Rosul, dan Kitab-Kitab Suci; dan
3.    Hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan yang akan datang, termasuk masalah surga dan neraka.

Ilmu tauhid memiliki beberapa nama sesuai dengan aspek pembahasan yang ditonjolkan.  Dinamakan ilmu tauhid oleh karena pokok bahasannya dititik­beratkan kepada keesaan Allah SWT.

Dinamakan pula ilmu ushuluddin karena pokok bahasan utamanya dasar-dasar agama yang merupakan masalah esensial dalam Islam.

Tauhid



Kata Tauhid berasal dari bahasa Arab, bentuk masdar dari kata wahhada yuwahhidu yang secara etimologis berarti keesaan. Yakni percaya bahwa Allah SWT itu satu. Dengan demikian yang dimaksudkan tauhid di sini, tidak lain adalah tauhidullah (mengesakan Allah SWT). Jadi pernyataan atau pengakuan, bahwa Allah SWT itu esa (satu): LAA ILAAHA ILLALLAH (tiada Tuhan selain Allah)

Allah SWT memerintahkan agar kita memeluk ajaran atau agama tauhid. "Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku." (QS. 21 /Al-Anbiya:92) Para nabi dan rosul juga mewasiatkan ajaran tauhid. "Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Ya’kub, ketika dia berkata kepad anak-anaknya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrohim, Ismail, dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Mahaesa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya." (QS. 2/Al-Baqoroh: 133)

Nabi Isa as. yang dijuluki Yesus Kristus juga membawa ajaran tauhid. Hal ini disebutkan dalam semua kitab Injil. Dalam Injil Yahya ps. 17 ayat 3 disebutkan secara gamblang: "Inilah hidup yang kekal, yaitu agar mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan benar dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu".