Tampilkan postingan dengan label Muamalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muamalah. Tampilkan semua postingan

Ikhlas


Yahya bin Abi Katsir telah berkata:
“Pelajarilah niat karena niat lebih sempurna daripada amal.”

Ibnul Mubarak telah berkata:
“Berapa banyak amal yang kecil menjadi besar karena niat.”

Yusuf bin Al-Husain Ar-Razi telah berkata:
“Perkara yang paling berat di dunia adalah ikhlas. Aku sering menghilangkan riya` dari hatiku tetapi seolah tumbuh lagi di hatiku dengan warna yang berbeda.”

Mutharrif bin Abdullah telah berkata:
“Baiknya hati tergantung dari baiknya amal, dan baiknya amal tergantung dari baiknya niat.”

Sufyan Ats-Tsauri telah berkata:
“Sesuatu yang paling berat mengobatinya bagiku adalah niatku, karena niatku senantiasa berbolak-balik.”

Seorang ahli cerita yang suka menasihati orang berdiri dekat Muhammad bin Wasi’, lalu berkata, “Betapa aku melihat hati manusia tidak khusyu’, tidak menangis, dan kulit tidak bergetar dengan nasihat. Mengapa?”

Muhammad berkata, ”Hai fulan, aku melihat manusia datang dari sisimu. Sesungguhnya peringatan itu jika keluar dari hati (yakni dilakukan secara ikhlas) maka akan diterima hati.”

Implementasi Ibadah dan Muamalah Islami dalam Kehidupan Sehari-hari



Lengkapnya Islam

Islam adalah sebuah agama yang lengkap dan paripurna. Ia mencakup segala aspek kehidupan mulai dari doa bangun tidur di pagi hari sampai tata cara dan adab tidur pada malam hari. Dari ide tentang penciptaan manusia hingga hukum dan filosofi pemerintahan dan hubungan antar negara. Bahkan, Ilsam berkembang dalam perbandingan yang lurus dengan logika dan ilmu pengetahuan. Maka sepantasnya seseorang yang mengaku sebagai umat Islam yag baik juga adalah seorang ideologis dan berilmu karena Islam tidak bisa diterapkan tanpa ilmu. Baik dalam aspek ibadah maupun muamalah, sama-sama tidak bisa diterapkan tanpa ilmu pengetahuan. Karenanya, Islam selalu memiliki rasionalisasi ats segala ajarannya dan selalu bisa dihadapkan dengan oposisi biner baik dalam bentuk agama lain ataupun ilmu pengetahuan sekuler.

Sebagai agama, Islam menuntut untuk dipahami dan diimplementasikan dengan kaaffah atau lengkap. Sehingga Ia tidak bisa hanya menjadi kepercayaan dan rasionalisasi, melainkan harus juga mencakup praktik ritual ibadah dan penyembahan dalam lingkup hablun minal Laah (hubungan dengan Allah) dan tata cara bermasyarakat dengan segala aspeknya dalam lingkup hablun minan naas (hubungan dengan manusia).

Hati-hati dengan Lisan



Mu’az bin Jabal ra bertanya tentang perbuatan yang dapat memasukkan ke surga dan menjauhkan dari neraka.  Rasululloh saw bersabda: …beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, shalat, zakat, puasa Ramadhan dan haji. Pintu-pintu surga adajah puasa, sodaqoh dan shalat malam.  Pokok segala perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Sesuatu dapatmembuat kalian memiliki semua itu. Rasulullah memegang lidahnya lalu bersabda: Jagalah ini. Muadz bertanya: Ya Nabi, apakah kita akan dihukum atas apa yang kita ucapkan?  Beliau bersabda: …adakah yang menyebabkan seseorang terjungkal wajahnya di neraka selain buah dari lisan mereka (HR Tirmizi)

Sahabat bertanya tentang seorang wanita ahli sholat malam namun suka menganggu tetangga dengan lisannya. Rasulullah berkata,” Dia di neraka!” Kemudian sahabat bertanya tentang seseorang yang sedikit ibadahnya namun tidak suka menganggu tetangga dengan lisannya.  Rasulullah bersabda,”Dia di surga!”.

Hati-hati dengan Lisan

Lisan jauh lebih tajam dari pedang. Luka karena pedang dapat disembuhkan. Luka karena lisan akan terus terkenang.  Doa orang yang terzalimi cepat diijabah Allah.  “Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah dua lubang, yaitu mulut dan farji” (HR Tirmidzi).