Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Jilbab Lebih Menjaga Dirimu



Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Jilbab, apa sih manfaatnya? Banyak wanita yang menanya-nanyakan hal ini karena ia belum mendapat hidayah untuk mengenakannya. Berikut ada sebuah ayat dalam Kitabullah yang disebut dengan “Ayat Hijab”. Ayat ini sangat bagus sekali untuk direnungkan. Moga kita bisa mendapatkan pelajaran dari ayat tersebut dari para ulama tafsir. Semoga dengan ini Allah membuka hati para wanita yang memang belum mengenakannya dengan sempurna.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Apa Itu Jilbab?
Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan bahwa jilbab adalah pakaian atas (rida’)[1] yang menutupi khimar. Demikian yang dikatakan oleh Ibnu Mas’ud, ‘Ubaidah, Al Hasan Al Bashri, Sa’id bin Jubair, Ibrahim An Nakho’i, dan ‘Atho’ Al Khurosaani. Untuk saat ini, jilbab itu semisal izar (pakaian bawah). Al Jauhari berkata bahwa jilbab adalah “mulhafah” (kain penutup).[2]

Kriteria Istri Sholehah



Laki-laki mana sih yang tidak kepingin memiliki istri yang pinter, taat kepada Allah dan RasulNya dan tentu taat kepadanya? Ada yang bilang Laki-laki Sholeh itu akan mendapatkan Wanita Sholehah. Begitu juga sebaliknya, Laki-laki berperangai buruk akan mendapatkan wanita yang berperangai buruk pula. So, mari kita perbaiki diri kita jika ingin mendapatkan pasangan yang baik pula, dan mudah-mudahan Allah memilihkan yang lebih baik dari kita.

Jika kita tidak bisa mendapatkan pasangan yang  lebih baik dari kita tidaklah apa, karena dengan begitu kita bisa memperbaiki pasangan kita dengan perlahan, dan tentu saja dengan hal tersebut kita bisa mendapatkan poin tersendiri di hadapanNya.

4 (Empat) Nasehat buat Saudariku Muslimah


Dunia telah menawarkan gemerlap perhiasannya. Di sana ada sisi-sisi kehidupan yang mengancam kehormatan kaum wanita. Tak layak kita lalai menelaah ancaman itu melalui untaian nasihat untuk mengingatkan setiap wanita muslimah yang menginginkan keselamatan.

Saudariku muslimah, hendaknya engkau waspada akan bahaya hubungan yang haram dan segala yang berselubung “cinta” namun menyembunyikan sesuatu yang nista. Engkau pun hendaknya berhati-hati terhadap pergaulan bebas dengan para pemuda ataupun laki-laki tak bermoral yang ingin merampas kehormatanmu di balik kedok “cinta”.

Duhai saudariku muslimah – semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya padamu – ada hal-hal yang semestinya engkau waspadai :

Pertama, tabarruj1. Hati-hatilah, jangan sampai dirimu terjatuh dalam perangkapnya dan janganlah kecantikan yang Allah anugerahkan kepadamu membuatmu terpedaya. Sesungguhnya akhir dari sebuah kecantikan hanyalah bangkai yang menjijikkan dalam kegelapan kubur dan secarik kain kafan, beserta cacing-cacing yang merasa iri padamu dan merampas kecantikan itu darimu.

Wasiat Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a



‘Aisyah r.’a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda “Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini…”


Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.

Di antara sebab-sebabnya ialah mereka itu :
Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah

Tidak memuji Allah Ta’ala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.

Mengkufuri nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah

Memperbanyak kata-kata yang sia-sia, banyak bicara yang tidak bermanfaat.

Perhiasan Dunia Terindah



Sebuah berita gembira datang dari sebuah hadits Rosul bahwa Rosulullah Saw. Bersabda :
”Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang sholehah.” (HR. an-Nasa’I dan Ahmad)

Di dalam Islam, peranan seorang istri memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan berumah-tangga dan peranannya yang sangat dibutuhkan menuntutnya untuk memilih kualitas yang baik sehingga bisa menjadi seorang istri yang baik. Pemahamannya, perkataaannya dan kecenderungannya, semua ditujukan untuk mencapai keridho’an Allah Swt., Tuhan semesta Alam. Ketika seorang istri membahagiakan suaminya yang pada akhirnya, hal itu adalah untuk mendapatkan keridho’an dari Allah Swt. sehingga dia (seorang istri) berkeinginan untuk mengupayakannya.

Kualitas seorang istri seharusnya memenuhi sebagaimana yang disenangi oleh pencipta-Nya yang tersurat dalam surat Al-Ahzab. Seorang Wanita Muslimah adalah seorang wanita yang benar (dalam aqidah), sederhana, sabar, setia, menjaga kehormatannya tatkala suami tidak ada di rumah, mempertahankan keutuhan (rumah tangga) dalam waktu susah dan senang serta mengajak untuk senantiasa ada dalam pujian Allah Swt.

Demi Allah, Tahanlah Lisan Jahatmu atas Suamimu!



Ketika diri dihadapkan pada suatu masalah, maka tak jarang gelapnya hati dan buntunya logika menuntun kita pada sebuah sikap yang justru lebih memperunyam suasana. Tak jarang pula, entah tanpa sadar atau tidak, kita mengeluarkan kata- kata makian dan penuh dengan nada- hujatan serta merendahkan. Dan sangat disayangkan, ketika obyek alias sasaran yang kita harapkan untuk menerima kerendahan itu ternyata adalah suami kita sendiri.Wahai wanita..

Lalu apakah yang kau peroleh setelah menghujat? Apakah yang kau peroleh setelah kalimat “margasatwa” itu telah habis- habisan kau paksaan bagi suamimu untuk mendengar? Legakah batinmu atas keadaan itu?

Masyaallah, lihatlah  ternyata kau sama sekali tidak terlihat lebih indah. Demi Allah, memanglah sangat sakit mungkin, sakit yang kau rasakan saat kau penuh amarah. Namun semua kata- kata kotor yang kau lontarkan itu, ternyata tidak akan pernah sama sekali memuliakanmu di hadapan Allah, dan atau memberi celah untukmu mendapatkan jalan keluar atas masalahmu itu.

7 Wanita Mulia dalam Islam



Sering kali pandangan Islam terhadap wanita disalahpahami oleh sebagian pihak, khususnya masyarakat Barat. Mereka cenderung menilai Islam tak menghormati dan bahkan mendiskriminasikan wanita dan hak-haknya. Padahal, pada kenyataannya, Islam sangat menghormati hak dan derajat wanita. Dalam Islam, wanita bahkan begitu dimuliakan. Sejarah Islam juga mencatat tokoh-tokoh wanita yang dimuliakan dalam Islam karena peran dan prestasi besarnya bagi Islam.

"7 Wanita Mulia dalam Islam"

Siti Asiah. Beliau adalah istri Fir'aun. Kemuliaannya justru didapat karena ia berpegang teguh dan setia pada "Tauhid", meskipun diancam, disiksa dan bahkan kemudian dibunuh oleh Fir'aun yang menghendaki seluruh orang saat itu mengakuinya sebagai Tuhan. Pernikahannya dengan Fir'aun juga karena ancaman Fir'aun kepada keluarganya jika beliau tak mau menerima pinangan Fir'aun. Allah memuliakan dan menegaskan keteladanan Siti Asiah melalui salah satu firmannya dalam Al-Qur'an; "Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (QS. At-Tahrim: 11)

Sayyidah Maryam. Beliau adalah ibunda Nabi Isa alaihis salam. Kemuliaannya menjadikan kisah hidupnya dan namanya diabadikan oleh Allah Swt dalam Al-Qur'an di Surat Maryam. Di dalam surat itu, diabadikan kisah perjuangan, keistimewaan dan kemuliaan Sayyidah Maryam.

Do'a Isteri Sholehah (Do'a Calon Bidadari Syurga)



Ya Allah, yaa Rabbi...
Sekiranya suamiku ini adalah pilihan Mu di Arshy
Berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya
Sekiranya suamiku ini adalah suami yang akan membimbing tanganku dititian-Mu
Kurniakanlah aku sifat kasih dan redha atas segala perbuatannya
Sekiranya suami ku ini adalah bidadara untuk ku di Jannah -Mu
Limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawaduk akan segala perintahnya
Sekiranya suami ku ini adalah yang terbaik untukku di Dunia -Mu
Peliharalah tingkah laku serta kata-kataku dari menyakiti perasaannya
Sekiranya suami ku ini jodoh yang dirahmati oleh -Mu
Berilah aku kesabaran untuk menghadapi segala kekurangan dan keburukannya

Ya Allah Tuhanku,
Aku hanya ingin menjadi isteri yang dirahmati
Isteri yang dikasihi 
Isteri yang dicintai
Isteri yang solehah 
Isteri yang senantiasa dihati
Isteri yang dihormati
Isteri yang dihargai
Aku ingin Kau jadikan Bidadari surga-Mu, yaa Rabbi..

Kabulkan do'a hamba yaa Rabb..

Amin, Ya Rabbi Allamin..

10 Wasiat Istri Sholehah



1.    Takwa Kepada Allah dan Menjauhi Maksiat

Bila engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah. Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncang kerajaan. Oleh karena itu jangan engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah.

Wahai hamba Allah..! jagalah Allah maka Dia akan menjagamu beserta keluarga dan rumahmu. Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan kemaksiatan akan mengoyak hati dan menceraiberaikan keutuhannya.

Wanita yang Berpakaian Tapi Telanjang



Saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun silam. Sekarang para wanita sudah banyak yang mulai membuka aurat. Bukan hanya kepala yang dibuka atau telapak kaki, yang di mana kedua bagian ini wajib ditutupi. Namun, sekarang ini sudah banyak yang berani membuka paha dengan memakai celana atau rok setinggi betis. Ya Allah, kepada Engkaulah kami mengadu, melihat kondisi zaman yang semakin rusak ini. Kami tidak tahu beberapa tahun mendatang, mungkin kondisinya akan semakin parah dan lebih parah dari saat ini. Mungkin beberapa tahun lagi, berpakaian ala barat yang transparan dan sangat memamerkan aurat akan menjadi budaya kaum muslimin. Semoga Allah melindungi keluarga kita dan generasi kaum muslimin dari musibah ini.

Tanda Benarnya Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Ibadah bagi Wanita di Masa Haid



Apa saja ibadah yang dibolehkan bagi wanita di kala haidh? Ada penjelasan amat bagus dari seorang ulama besar saat ini, Syaikh Kholid Al Mushlih, murid senior Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah.

Syaikh Kholid bin ‘Abdillah Al Mushlih hafizhohullah menerangkan:
Haidh dan nifas adalah suatu ketetapan Allah bagi kaum hawa karena ada hikmah dan rahmat di balik itu semua. Para ulama telah sepakat (baca: ijma’) bahwa wanita haidh dan nifas dilarang melakukan shalat yang wajib maupun yang sunnah, serta tidak perlu mengqodho’ (mengganti) shalatnya.  Begitu pula para ulama sepakat bahwa wanita haidh dan nifas dilarang berpuasa yang wajib maupun yang sunnah selama masa haidhnya. Namun mereka wajib mengqodho’ puasanya tersebut. Para ulama pun sepakat bahwa wanita haidh dan nifas boleh untuk berdzikir dengan bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (laa ilaha illallah), dan dzikir lainnya. Adapun membaca Al Qur’an tentang bolehnya bagi wanita haidh dan nifas terdapat perselisihan pendapat. Yang tepat dalam hal ini, tidak mengapa wanita haidh dan nifas membaca Al Qur’an sebagaimana akan datang penjelasannya. Begitu pula tidak mengapa wanita haidh dan nifas melakukan amalan sholih lainnya selain yang telah kami sebutkan ditambah thowaf.

Milikilah Sifat Malu, Wahai Saudariku


Saudariku yang semoga dirahmati oleh Allah …

Seperti yang telah kita ketahui bersama, Islam adalah agama yang sempurna dan tidaklah satu perkara kecil pun melainkan telah diatur oleh Islam. Begitu juga dalam perkara wanita, Islam juga telah mengaturnya. Islam sangat memperhatikannya dan menempatkan para wanita sesuai dengan kedudukannya. Dan agama yang mulia ini juga telah mengatur begaimana adab-adab dalam bergaul, berpakaian, dan sebagainya. Di mana segala yang diperintahkan dan diatur oleh Allah dan Rasul-Nya pasti terdapat maslahah (kebaikan) di balik itu semua. Dan segala yang dilarang pasti ada mafsadah (keburukan) baik mafsadah itu murni ataupun mafsadah itu lebih besar daripada maslahah yang diperoleh.

Sungguh sangat menyedihkan sedikit demi sedikit aturan yang telah dibuat oleh Allah dan Rasul-Nya dilanggar oleh anak Adam khususnya kaum Hawa. Di antara fenomena yang kita saksikan bersama, kaum hawa dewasa ini mulai menanggalkan dan luntur sifat malunya. Mereka tidak merasa malu bergaul bebas dengan kaum Adam! Bahkan yang lebih mengenaskan, banyak dari kaum hawa yang berani mengumbar aurat (berpakaian tapi telanjang) di hadapan umum! Fainna lillahi wa inna ilaihi rooji’un!

Jagalah Kehormatan Kaum Wanita



Wanita pada jaman jahiliyah adalah manusia yang dianggap hina dan menjadi tempat untuk bersenang-senang belaka. Wanita bebas diperjualbelikan. Wanita tidak mendapatkan warisan, bahkan wanita (baca : istri) menjadi sesuatu yang diwariskan.

Islam adalah agama yang sempurna, yang setiap permasalahan baik dan buruknya telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana dalam sabdanya : “Tidak ada sesuatu pun yang mendekatkan kalian pada surga, kecuali sungguh telah aku perintahkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang mendekatkan kalian ke neraka, kecuali aku telah melarang kalian darnya.” (HR. Abu Bakar Al Hadad; Syaikh Al Albany menghasankannya dalam Ash Shahihah no 2886).

Lantas, bagaimana dengan permasalahan wanita? Bagaimana islam memandang mengenai wanita? Dan apa yang diajarkan Islam dalam upaya menjaga kehormatan wanita?

Wanita Memang Berbeda
Merupakan hal yang fitrah diketahui jika wanita itu berbeda dengan laki-laki. Bahkan hal ini ditegaskan juga oleh Allah Ta’ala dalam firmannya (yang artinya), “Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan wanita….” (QS. Ali ‘Imran: 36). Karenanya, mengagungkan slogan “emansipasi wanita” merupakan hal yang menyelisihi Allah dan kitab-Nya. Serta tanpa mereka ketahui, hal tersebut justru telah menjatuhkan kehormatan wanita itu sendiri.

Rahasia Jadi Perempuan

Banyak anggapan salah tentang perempuan, seolah-olah jadi perempuan itu suatu musibah, karena hamil dianggap sebagai letak kerugiannya. Ibu-ibu cemas punya anak perempuan karena mereka menganggap susah menjaganya dan takut hamil di luar nikah baik karena ‘kecelakaan’ atau pemerkosaan, yang akhirnya mengakibatkan aborsi. Apalagi pada era kebebasan sekarang ini, tindakan aborsi menjadi kebutuhan primer wanita aliran ‘serba boleh’. Padahal, bagi yang tahu rahasianya, jadi perempuan bener-bener oke lho…
Allah meletakkan tugas yang begitu mulia di atas pundak seorang wanita. Bukankah selain nabi Adam AS dan Siti Hawa, semua manusia di dunia lahir melalui perut seorang wanita? Wanita itu punya ciri khas. Dia memiliki rahim, tempat penyimpanan bakal manusia sebelum lahir ke muka bumi. ‘Kemudian kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim).’ (QS. 77 : 21).
Rahim mempunyai fungsi penting ketika seorang gadis akil baligh. Tiap bulan ia akan mengalam peristiwa ‘pendarahan’ yang ditandai dengan rasa nyeri fisik dan gangguan psikis (kejiwaan) juga. ‘Sesungguhnya darah haid itu darah hitam yang terkenal. Maka apabila ada begitu, berhentilah dari shalat; tetapi jika ada yang lain berwudhulah dan shalatlah.’ (HR. Abu Daud dan Nasa’i).
Menstruasi pertama merupakan pintu masuk seorang gadis menuju kedewasaan. Saat itu ia menjadi mukalaf (memikul tanggung jawab secara syar’i menjadi wanita dewasa).

(Untuk Wanita) Andakah Orangnya?

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dari kecantikan hati yang ada dibaliknya.

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana Ia menutupi bentuk tubuhnya.

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang diberikan, tetapi dari keikhlasannya memberikan kebaikan tersebut.

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari keberaniannya berpakaian, tetapi dilihat dari sejauh mana Ia berani mempertahankan kehormatannya dengan berpakaian Muslimah.

Wanita Sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana Ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul.

Benarkah Jilbab Tradisi Budaya Arab?

Membahas masalah jilbab akan ada dua pertanyaan atau bahkan lebih, tetapi dua pertanyaan menarik untuk dibahas disini.
  • Benarkah jilbab tradisi budaya wanita arab pada waktu awal Islam?
  • Benarkah jilbab hanya dikhususkan untuk muslimah Arab dan tak wajib bagi non Arab ?
Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu bermacam-macam, disinilah kepiawaian syetan dalam mengemas dan membungkus kemaksiatan menjadi sesuatu yang menarik dan memikat. Keraguan dan syubhat dihembuskan syetan untuk menghalangi wanita muslimah memperindah penampilan dengan menggunakan busana sesuai tuntutan Al Quran. Dihembuskan pendapat bahwa jilbab merupakan budaya Arab dan hanya pantas digunakan wanita Arab. Apalagi bagi wanita non Arab dan tinggal di luar wilayah Arab yang mempunyai budaya dan tradisi sendiri, tentu jilbab bukan merupakan kewajiban untuk dipakai wanita muslimah. Pendapat ini dlontarkan para aktivis jender untuk menghalangi tegaknya syariat Islam.

Ukhti, Siapa Bilang Kamu Gak Cantik..?



Cantik
Bagi sebagian wanita, Beberapa orang mungkin mempunyai persepsi beda-beda tentang cantik.
Bahkan ada yang bilang kalau cantik itu relatif. Itu benar.
Tapi saya tambahkan sebait puisi beriku sebagai Motivasi:

Menjadi wanita itu kehendak Tuhan
Menjadi Cantik itu relatif
Menjadi muslimah itu anugrah
Tetapi menjadi muslimah yg sholehah itu PILIHAN !

Namun, seiring dengan maraknya produk-produk kecantikan di TV. Kita jadi berpikir kalau yang di sebut wanita cantik itu adalah yang seperti model di produk kecantikan tersebut. Berkulit putih, berhidung mancung, berbibir tipis, dan semua yang tampak pada si model.

Sehingga terciptalah image, bahwa wanita yang berkulit gelap, hidungnya mancung ke dalam dan berbibir tebal itu adalah wanita yang jelek.

Cukup Menjadi Wanita Muslimah yang Baik



Wanita-wanita feminin mengatakan bahwa di era kebebasan ini wanita perlu menggugat agar posisi wanita setara dengan kaum laki-laki, wanita harus mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki.
Maka aku katakan “tidak!” pada kaum feminin, aku seorang muslimah, sudah cukup dengan karunia Allah yang berlimpah. Allah menjadikan wanita mengandung, melahirkan, bagaimana mungkin seorang yang menjadi ibu menggugat untuk disamakan dengan seorang yang menjadi ayah? Seorang wanita yang menjadi ibu adalah madrasah pertama bagi sang anak.
Ketika orang feminin mengatakan bahwa wanita harus mengikuti mode, tidak boleh mengikuti pakaian adat masa lampau dengan menutup kepala.  Maka aku katakan “tidak!” pada kaum feminin. Pakaian muslimah adalah pakaian syar’i yang mempunyai sifat multi fungsi, sebagai pelindung bagi muslimah dari tatapan mata laki-laki jalang, sebagai pelindung kulit di saat panas mentari menyengat, sebagai pelindung tubuh dari cuaca dingin, sebagai kehormatan wanita yang mempunyai izzah.
…Hijab adalah identitas, pakaian indah yang membuat muslimah berwibawa...
Hijab adalah identitas, pakaian indah yang membuat muslimah berwibawa. Muslimah bukanlah budak mode yang hanya patuh pada kemauan designer murahan.

Inilah Wanita Sholehah



Wanita solehah adalah wanita yang memiliki kelembutan Khadijah, ketabahan Fatimah dan kecantikan Aisyah. Wanita ini kelihatan lemah lembut namun tak ada satu pria gagah yang mampu menjamahnya dengan kekerasan atau paksaan, semua ingin melindunginya karena hijabnya.

Wanita solehah adalah wanita yang menyembunyikan sorot tajam matanya dari tatapan dan saling menatap, tatapannya hanya seperlunya terbalut oleh sipu malu, tapi semua orang terpesona oleh tunduk matanya ini, semua takjub dan semua kagum, di mata manusia ia adalah pelita dan di mata ALLAH ia adalah mutiara.  subhanallah…

Ia indah bukan karena cantik parasnya tapi cantik hatinya, jika siang ia berhijab dan jika malam jangan cari ia di kebisingan lampu-lampu sorot kota, atau di tengah kebisingan dunia karena ia berada di atas sajadah, meletakan kening beningnya dan memohon ampunan kepada ALLAH atas Riya, atas fitnah dan atas khayalan kaum Adam yang memujanya, matanya sembab karena takut kepada ALLAH jika kecantikannya telah menjadikannya tangan setan untuk menjadi penggoda karena pada naluri setiap wanita ingin dipuja.

Definisi Hijab



Al-Hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu, menurut al-Jarjani dalam kitabnya at-Ta’rifat mendefinisikan al-Hijab adalah setiap sesuatu yang terhalang dari pencarian kita, dalam arti bahasa berarti  man’u yaitu mencegah, contohnya: Mencegah diri kita dari penglihatan orang lain.



Dari berbagai pengertian bahasa yang di atas maka kita bisa mengambil sebuah kesimpulan seperti apa yang dikatakan oleh Al-Zabidy dalam kitabnya Taj al-‘Urus bahwa yang dimaksud dengan al-Hijab adalah segala sesuatu yang menghalangi antara kedua belah pihak. Artinya ada sebuah benda yang menghalangi penglihatan kita terhadap orang lain, contohnya, ketika ada dua orang sedang berbicara, tetapi ditengah-tengah mereka terdapat tembok yang besar, sehingga dengan adanya tembok yang besar itu, mengakibatkan kedua orang itu tidak melihat satu sama lain. nah…tembok inilah yang dinamakan al-Hijab.