Tampilkan postingan dengan label Sholat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholat. Tampilkan semua postingan

Shalat Dhuha



Dari Abu Hurairah berkata,

أَوْصَانِي خَلِيْلِي بِثَلاثٍ: صِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَي الضُحَى وَأَنْ أُوْتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

Kekasihku Muhammad saw mewasiatkan tiga perkara kepadaku; agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan, melaksanakan shalat Dhuha dua rakaat dan melaksanakan sgalat witir sebelum tidur.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.

Imam Muslim meriwayatkan bahwa wasiat yang sama diberikan oleh Nabi saw kepada Abu ad-Darda`.

Nabi saw menamakan shalat ini dengan shalat Awwabin yang berarti orang-orang yang kembali kepada Allah dengan taubat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Zaid bin Arqam.

Shalat Gerhana



Shalat ini dikenal juga dengan nama shalat Kusuf yang dilakukan ketika terjadi gerhana matahari atau rembulan.

Pelaksanaannya, imam memerintahkan seseorang untuk berseru, “Ash-shalatu Jami’ah.” Kemudian shalat dilaksanakan. Shalat gerhana terdiri dari dua rakaat, di tiap-tiap rakaat terdapat dua al-Fatihah, dua bacaan surat atau ayat, dua ruku’ dan dua sujud.

Imam bertakbir, setelah membaca al-Fatihah, imam membaca surat yang panjang, kemudian ruku’ dengan panjang, kemudian bangun dari ruku’ dan kembali membaca al-Fatihah, setelahnya membaca surat yang panjang namun kurang dari surat sebelumnya, kemudian ruku’ dengan panjang tetapi kurang dari ruku’ sebelumnya, kemudian bangkit dari ruku’ kemudian sujud dua kali yang diselingi dengan duduk di antara dia sujud, kemudian bangkit ke rakaat kedua. Apa yang dilakukan di rakaat kedua adalah sama dengan apa yang dilakukan di rakaat pertama.

Shalat Istikharah



Dari Jabir bin Abdullah berkata, “Rasulullah saw mengajari kami shalat istikharah untuk memutuskan segala perkara sebagaimana beliau mengajarkan surat al-Qur`an. Beliau bersabda, ‘Apabila salah seorang dari kalian hendak melakukan sesuatu, hendaknya dia shalat sunnah istikharah dua rakaat dan membaca doa ini,

اللهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ العَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلامُ الغُيُوْبِ، اللهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِيْنِي وَمَعَاشِي، وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، أَوْ قَالَ: عاَجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ، فَاقْدُرْهُ لِي، وَيَسِّرهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِيْنِي، وَمَعَاشِي، وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، أَوْ قَالَ: عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ، فَاصْرِفْهُ عَنِّي، وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِي الخَيْرَ حَيْثُ كانَ، ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ.

'Ya Allah sesungguhnya aku minta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu yang agung, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya, dan Engkau adalah Maha mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik dalam agamaku dan akibatnya terhadap diriku – atau Nabi bersabda, 'Di dunia atau di Akhirat'. – Maka sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berikanlah berkah kepadaku. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih buruk bagiku dalam agama, kehidupan dan akibatnya kepada diriku – atau Nabi bersabda, 'Di dunia atau di Akhirat'. – Maka jauhkanlah persoalan tersebut dan jauhkan aku darinya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku'. -Beliau bersabda, “Orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebutkan persoalannya."

Shalat Istisqa'



Istisqa` adalah meminta air, maksudnya adalah shalat dalam rangka memohon hujan kepada Allah ketika terjadi kekeringan dan kemarau panjang.

Pada saat kemarau panjang, kaum muslimin keluar ke mushalla (tanah lapang), boleh juga ke masjid, untuk melaksanakan shalat dua rakaat dengan berjamaah tetapi tanpa adzan dan iqamat, dengan bacaan jahr dan khutbah sebelum atau sesudahnya.

Dari Ibnu Abbas berkata, “Nabi saw keluar dalam keadaan bertawadhu’, berpakaian sederhana, menampakkan kekhusu’an, tenang tidak terburu-buru dan merendahkan diri, lalu beliau shalat dua rakaat sebagaimana beliau shalat di Hari Raya, beliau tidak berkhutbah seperti khutbah kalian ini.” Diriwayatkan oleh Ashabus Sunan dan Ahmad.

Cara Sholat Bagi Orang Sakit

Shalatul ‘Ajiz

Salah satu rukun shalat adalah berdiri, bahkan rukun ini dianggap paling utama diantara rukun shalat yang lain. Oleh karena itu, shalat fardlu tidak sah kecuali dilakukan dengan berdiri.
Namun, kewajiban berdiri hanya diperuntukkan bagi yang mampu, sedang bagi yang tidak mampu, maka dengan duduk, jika tidak mampu, maka dengan tidur miring, jika tidak mampu, maka dengan tidur terlentang, jika tidak mampu, maka isyaroh dengan kedipan mata, dan jika tidak mampu juga, maka semua rukun shalat dilakukan dalam hati. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi saw.:

يُصَلِّيْ الْمَرِيْضُ قَائِماً إِنِ اسْتَطَاعَ، فَإِنْ لَـمْ يَسْتَطِعْ صَلّـٰى قاَعِداً، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يَسْجُدَ أَوْمَأَ، وَجَعَلَ سُجُوْدَهُ أَخْفَضَ مِنْ رُكُوْعِهِ، فَإنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يُصَلِّيَ قَاعِداً صلّـٰى عَلٰى جَنْبِهِ اْلأَيْمَنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يُصَلِّيَ عَلٰى جَنْبِهِ اْلأَيْمَنِ، صَلّـٰى مُسْتَلْقِـياً رِجْلَهُ مِمَّا يَلِي اْلقِبْلَةَ. (رواه الدار قطني)

“Orang yang sakit jika hendak melakukan shalat, apabila mampu berdiri, maka shalatnya dengan berdiri, apabila tidak mampu berdiri, maka dengan duduk, apabila tidak mampu sujud, maka dengan isyaroh dan menjadikan sujudnya lebih rendah daripada ruku’nya, apabila tetap tidak mampu, maka dengan tidur miring sambil menghadap qiblat, apabila tidak masih mampu, maka dengan mengarahkan kakinya ke arah qiblat (tidur terlentang).” (HR. Ad Daruquthni)
Pengertian mampu di sini adalah kemampuan seseorang untuk berdiri tanpa mengalami kesulitan yang berat, atau yang tidak mengganggu kekhusyu'an dalam shalat.

Gerakan Shalat Bermanfaat Untuk Kesehatan Tubuh

Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis pnyakit.
 
Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.
Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:
Takbiratul Ihram
Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancer. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Amalan-amalan Shalat Jum’at (bagi laki-laki)



Amalan-amalan Shalat Jum’at (bagi laki-laki)  

- Mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian.
- Berpagi-pagi menuju tempat shalat jum’at.
- Diam mendengarkan khatib berkhutbah.
- Memakai pakaian yang terbaik.
- Melakukan shalat sunnah selama imam belum naik ke atas mimbar.

Alhamdulillah, sebentar lagi kita akan segera memasuki waktu sholat Jum’at. Buat kaum muslimin, segeralah kita persiapkan diri kita untuk menunaikan shalat Jum’at secara berjama’ah. Semoga di hari yang penuh berkah ini kita bisa memperoleh segala keberkahan dan rahmat dari-Nya. Aamiin.

10 Orang Yang Tidak Diterima Sholatnya

Assalamu'alaikum wr wb

Ini suatu pelajaran penting bagi kita semua.mari sama2 kita renungkan.

Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Barang siapa yang memelihara sholat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara sholat, maka sesungguhnya sholat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim)

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa : "10 orang yang sholatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, diantaranya :
1. Orang yang sholat sendirian tanpa membaca sesuatu.
2. Orang yang mengerjakan sholat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
3. Orang yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
4. Orang yang melarikan diri.
5. Orang yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (Taubat).
6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.
8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
9. Orang-orang yang suka makan riba'.
10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."

Shalat Tahajjud Tingkatkan Kekebalan Tubuh dan Menyembuhkan Berbagai Macam penyakit

Salat Tahajud dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Bahkan salat Tahajud yang dijalankan dengan penuh kesungguhan, khusyuk, tepat, ikhlas, dan kontinu dapat menumbuhkan persepsi dan motivasi positif dan mengefektifkan coping, respons emosi positif (positive thinking), juga dapat menghindarkan reaksi stress.

Demikian dikatakan Dr Mohammad Sholeh, pakar Salat Tahajud dan dosen IAIN Surabaya, yang telah mendapatkan gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada program pasca sarjana Universitas Surabaya, dengan judul “Pengaruh Sholat Tahajjud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik : Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi”
“Dari hasil penelitiannya, membuktikan bahwa salat Tahajud dapat meningkatkan daya tahan tubuh imunologik dan untuk penyembuhan berbagai penyakit,” tegas dia.

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Rasulullah saw menganjurkan kepada kita untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan memperbanyak sholat. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Nabi saw. Sangat mengajurkan qiyam ramadhan dengan tidak mewajibkannya. Kemudian Nabi saw. Bersabda, “Siapa yang mendirikan shalat di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan, maka ia diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (muttafaq alaih)

Dan fakta sejarah memberi bukti, sejak zaman Rasulullah saw. hingga kini, umat Islam secara turun temurun mengamalkan anjuran Rasulullah ini. Alhamdulillah. Tapi sayang, dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan di beberapa hal yang kadang mengganggu ikatan ukhuwah di kalangan umat. Seharusnya itu tak boleh terjadi jika umat tahu sejarah disyariatkannya shalat tarawih.

Definisi Sholat

Bismillahirrahmanirrahim…

Sebelumnya saya memohon kiranya kepada teman teman untuk membukakan pintu maaf yang seluas luas nya karena saya yang dhoif dan faqir ini sudah berani membuka thread perihal shalat…di sini tidak lain dan tidak bukan hanya ingin sekedar “share” tentang pemahaman shalat yang saya dapatkan, adapun apabila terdapat perbedaan mohon kiranya untuk kembali berdiskusi di thread ini dan memang thread ini sengaja saya buat sebagai forum diskusi dan forum tanya jawab seputar shalat …
Sekali lagi saya yang dhoif dan faqir ini bukan bermaksud menggurui teman teman semua karena saya yakin teman teman semua sudah mengetahui apa itu shalat ? apa hukum shalat ?dan lain sebagainya…
Mudah mudahan thread yang saya buat ini bermanfaat khususnya pada diri saya sendiri sehingga kita benar benar mengetahui akan makna shalat…

Shalat merupakan ibadah pokok yang pertama kali diwajibkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw dan umatnya. karena yang pertama kelak akan dihisab dihari kemudian adalah shalat, dengan demikian, shalat adalah penentu kita untuk pilihan surga dan neraka.

Hikmah Sholat

Saat terindah bagi seorang pecinta adalah ketika ia bertemu, bercengkrama, dan berdialog dengan orang yang dicintainya. Ketika itu, segala beban hidup dan kenestapaan akan hilang seketika. Bagi para shalihin, bertemu Allah lewat shalat adalah saat yang paling dinantikan, karena pada waktu itulah ia bisa mencurahkan semua isi hati dan bermi'raj menuju Allah. Walau demikian, ia akan kembali lagi ke alam realitas untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang didapat dari shalatnya. Inilah makna sesungguhnya dari khusyuk.

Khusyuk dalam shalat merupakan sebuah keniscayaan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Mukminun: 1-3, "Beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang yang khusyuk dalam shalatnya dan yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna".

Qadha Shalat yang Tertinggal

Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih Ali Bassam

"Artinya : Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, dia berkata. 'Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berrsabda, 'Barangsiapa lupa shalat, hendaklah dia mengerjakannya ketika mengingatnya, tiada kafarat baginya kecuali yang demikian itu'. Lalu beliau membaca firman Allah. 'Dan, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku'".

Dalam riwayat Muslim disebutkan. “Barangsiapa lupa shalat atau tertidur sehingga tidak mengerjakannya, maka kafaratnya ialah mengerjakannya selagi mengingatnya".

MAKNA HADITS
Shalat memiliki waktu tertentu dan terbatas, awal dan akhirnya, tidak boleh memajukan shalat sebelum waktunya dan juga tidak boleh mengakhirkan shalat hingga keluar dari waktunya.

Shalat Taubat dan Syaratnya

Taubat adalah satu amalan yang memiliki kedudukan tinggi, terminal bagi tiap mu’min di samping ia juga sebagai mabda segala urusan-urusannya, karena sesungguhnya esensi taubat ialah kembali kepada Allah dengan penuh komitmen untuk melakukan hal-hal yang dicintainya dan meninggalkan apa-apa yang dilarangnya. Dengan demikian taubat juga adalah esensi daripada dienul Islam itu sendiri, sehingga Allah menjadikan orang-orang yang senantiasa bertaubat sebagai kekasihNya. Allah berfirman,

إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS Al Baqoroh: 222).

Jagalah Sholatmu, Wahai Saudaraku

Tak kenal maka tak sayang. Peribahasa ini nampaknya menjadi sebab utama, kenapa banyak dari kaum muslimin tidak mengerjakan shalat. Tak usah jauh-jauh untuk melaksanakan sholat sunnah, sholat 5 waktu yang wajib saja mereka tidak kerjakan padahal cukup 10 menit waktu yang diperlukan untuk melaksanakan shalat dengan khusyuk. Bukan sesuatu yang mengherankan, banyak kaum muslimin bekerja banting tulang sejak matahari terbit hingga terbenam. Pertanyaannya, kenapa mereka melakukan hal itu? Karena mereka mengetahui bahwa hidup perlu makan, makan perlu uang, dan uang hanya didapat jika bekerja. Karena mereka mengetahui keutamaan bekerja keras, maka mereka pun melakukannya. Oleh karena itu, dalam tulisan yang singkat ini, kami akan mengemukakan pembahasan keutamaan shalat lima waktu dan hukum meninggalkannya. Semoga dengan sedikit goresan tinta ini dapat memotivasi kaum muslimin sekalian untuk selalu memperhatikan rukun Islam yang teramat mulia ini.

Adab-adab Makmum Dalam Shalat Berjamaah

Adab-adab bagi makmum dalam shalat, yakni sebagai berikut:

1. Apabila seorang makmum mendengar iqamah, janganlah ia tergesa-gesa berjalan. Hendaknya ia berjalan dengan tenang dan penuh wibawa.
Dasarnya adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Kalau kalian mendengar suara iqamah, segeralah datang ke masjid untuk shalat, dan berjalanlah dengan tenang dan penuh wibawa. Jangan kalian tergesa-gesa. Ikutilah jamaah shalat sebatas yang sempat kalian ikuti, dan lanjutkanlah bagian yang belum kalian ikuti..”
Dalam riwayat lain disebutkan: “Kalau iqamah telah dikumandangkan, janganlah kalian datang ke masjid dengan setengah berlari, tetapi datanglah dengan tenang. Ikutilah jamaah shalat sebatas yang sempat kalian ikuti, dan lanjutkanlah bagian yang belum kalian ikuti…” [1]